Skip to main content

Posts

Entri yang Diunggulkan

Cerpen Islami Bikin Baper : Sehidup Sesurga

Judul : Sehidup Sesurga ___ "Dret ... treeng ... treeng... " Bunyi alarm tepat pukul setengah dua. Seketika aku terbangun, tanganku menggerayang mematikan bunyi alarm dengan mata yang masih merem melek. Sesaat sadarku, aku meminum segelas air putih yang sudah aku persiapkan diatas meja. Aku tersenyum, melihat anggunnya wajah istriku yang masih terlelap dalam sebuah mimpi. Aku terbiasa mencium keningnya terlebih dahulu sebelum hendak membangunkannya, agar harmonis keluarga dapat terjaga, sampai akhir tutup usia. "Dek ... adek ..." ucapku pelan "Hmmm," sahut adek yang masih merem "Adek ... bangun dek, udah jam setengah dua lho." "Apasi abaaang," jawabnya sembari membenahi bantalnya saja. "Dek, katanya mau tahajjud bareng, huft. Janji lho mau ke syurga sama-sama." Aku kembali membujuknya yang masih enggan beranjak juga. "Iya bentar eh, bentar doang. Huaaah," lanjut adek, alih-alih menguap "Yaudah abang ...
Recent posts

CERPEN : LELAKI DI PENGUNJUNG WAKTU

Judul : Lelaki di Penghujung Waktu Di penghujung waktu; di antara detik yang berdentang syahdu, akan aku kisahkan sebuah jalan cerita ... di mana hatiku merindu. Ini tentang jarak yang menyekat temu, tak biarkan sepasang kekasih menemui titik jumpa dalam waktu dekat. Pada akhirnya, aku dan dia mulai abai akan cinta yang sebenarnya semakin tumbuh, tak kunjung pudar maupun rapuh. Bersama hari yang bergulir untuk purnama demi bulan-bulan yang bertahun, cerita ini terbangun. Sesering apa pun bibir berucap satu nama. Sekuat apa pun hati mendekap satu cinta. Seerat apa pun tangan menggenggam satu asmara, pada akhirnya semua bisa saja lepas saat Sang Maha Cinta menetapkan takdir akan sebuah kisah; berpisah atau bertahan. Apa yang diharapkan seseorang dari talian asmara? Tentu kebahagiaan tiada cela, tanpa luka berderai air mata, pun kecewa, apalagi kecup mesra bibir nestapa. Saat waktu menciptakan jarak, kala itulah jarak mempermainkan kesetiaan ... tentang tetap menunggu atau men...

Tutorial Mengubah Nama Fanspage atau Halaman Facebook tampilan baru

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Berawal dari seorang teman yang bertanya mengenai cara mengubah nama halaman atau fanspage di Facebook. Nah, kali ini kita akan mengupasnya di sini. Wajar saja, tampilan baru halaman Facebook sekarang sudah seperti akun Facebook pada umumnya. Jadi, sedikit kesulitan bagi pengguna baru. Oke langsung saja kita menuju tutorialnya. Perlu dicatat bahwa di sini kita akan mengubah nama halaman atau fanspage yang sudah diupgrade ke tampilan baru, yak. Langkah pertama : Kalian harus membuka akun Facebook melalui Facebook Seluler yang berwarna biru. Langkah ke dua : Kalian klik bagian profil yang tertera di pojok kanan atas. Langkah ke tiga : Klik Pengaturan dan Privasi Langkah ke empat : Klik Pengaturan Langkah ke lima : klik Pengaturan Halaman Langkah ke enam : Klik Nama Langkah ke tujuh : Ketikan Nama Baru sesuai keinginan kalian. Perlu diingat bahwa tidak boleh menggunakan angka, titik, koma, dan s...

PUISI UNTUK ISTRIKU

Istriku Lusuh dastermu Kusut rambutmu Tampak letih gelayuti wajah manismu Maafkan aku istriku Yang tega berbagi nasib denganmu Aku ingat dulu kau amat ayu Rambutmu tergurai indah Mempesona kan aku Membutakan aku Aku sadar saat itu pula Kebodohanku menyapa Nekat saja, aku bertanya kepada bapakmu Sudah kah kau bersuami kala itu? Sumringah betul aku Kala aku tau kau masih sendiri Kebodohanku dimulai lagi Aku berani memintamu Tanpa peduli sudah punya apa aku ini Kau tersenyum sama seperti saat ini Anggukan malumu masih teringat hingga kini Maaf sayang, aku belum mampu memenuhi janji Membahagiakanmu tanpa kenal henti Bodohnya, sekarang justru aku menyakiti Memaksamu menahan lapar ditengah lelap mimpi Membiarkanmu tanpa polesan yang menghiasi Betul kata orang tua dulu Harusnya aku tunggu mapan dulu Tak terburu oleh nafsu Istriku, maafkan aku Mencintaimu tanpa memikirkan esok seperti apa kita Istriku, maafkan aku Membiarkanmu terjerat egoku. Karya : Ajii Pamoro 

Cerpen : Senja yang Hilang

"A, sebenarnya Neng juga mencintai Aa." Aku yang tengah asyik mengukir namanya di bibir pantai, dikagetkan dengan suara yang sudah tak asing lagi di telingaku. Aku pepelongoan saat menyadari bahwa suara itu adalah suara dari seseorang yang teristimewa. Dia bernama Nadia, sosok adek kelas yang kukagumi saat aku masih sekolah, aku tak berani mengungkapkannya, aku hanya bisa mencintainya dalam diam. Karena takut dia akan pergi jika tahu bahwa ada sejuta rasa dalam relung hati. "Neng? Eh? E-mmm. Lho kok aku ada disini?" tanyaku grogi, masih kebingungan sambil berdiri memutar balikan badan kearah Nadia. "Aa kenapa, siih. Gak jujur aja dari tahun kemarin?" Dia balik bertanya, tak menghiraukan pertanyaanku. "E-mm, jujur apa yak, Neng? Hehee." "Udahlah A jujur aja ih, Aa cinta kan sama Neng? Neng juga cinta sama Aa, ih!" "Tapi... eh, darimana Neng t,..t,.. tau?" Sementara Nadia tak menjawab pertanyaanku, dia hanya menoleh ...

Dewasa dan Pertemanan

Dewasa ini, telah mengajariku banyak hal. Terutama pertemanan, yang dulunya care, saling dukung, saling support, dan sekarang malah diam-diam menjatuhkan. Banyak orang-orang yang kurasa memang berubah. Entah faktor apa yang spontan mempengaruhi. Eits, mungkin saja bukan berubah, ada kalanya dia memang sedari dulu pura-pura peduli. Dari situ kita tahu, mana orang-orang yang harus dibawa ke masa depan, dan mana orang-orang yang tetap tinggal di masa lalu. Dan terima kasih buat teman-teman yang sampai saat ini masih bertahan dalam pertemanan. -Nuka

Terima Kasih Luka

Ini aku, seseorang yang dulu pernah kau abaikan. Ini aku, seseorang yang pernah meringik tangis, mengemis belas kasihan, yang setianya diduakan, dan dilupakan karena tergantikan.  Harus kuakui, kau lihai mempermainkan rasa, tak pernah aku mengira, orang sebaik dirimu adalah sumber dari luka terlama. Apa kabar masa lalu? Kuharap kau baik-baik saja tanpa seuntai kata semangat dariku. Lucu yak. Aku yang yang menjaga hati untukmu, kamu seakan menyembunyikan adanya diriku untuknya; seseorang yang lebih dariku.  Ingatkah tentang kita, dua anak desa yang bermanja dan sederhana menjalin cinta. Tak perlu dunia tahu, karena hadirmu sudah cukup untuk menjadi alasanku bahagia. Ingatkah tentang kita, dua orang yang pernah berbagi cerita, berbagi suka dan duka, berbagi tangis dan tawa. Namun, sekarang semua hanya mejadi sepenggal momori yang masih kuabadikan dalam catatan diary. Setelah kepergianmu, aku cukup mengerti arti sakitnya mencintai dengan kesungguhan hati.  Kamu t...