Skip to main content

Tutorial Mengubah Nama Fanspage atau Halaman Facebook tampilan baru

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua.

Berawal dari seorang teman yang bertanya mengenai cara mengubah nama halaman atau fanspage di Facebook. Nah, kali ini kita akan mengupasnya di sini. Wajar saja, tampilan baru halaman Facebook sekarang sudah seperti akun Facebook pada umumnya. Jadi, sedikit kesulitan bagi pengguna baru.

Oke langsung saja kita menuju tutorialnya.
Perlu dicatat bahwa di sini kita akan mengubah nama halaman atau fanspage yang sudah diupgrade ke tampilan baru, yak.


Langkah pertama : Kalian harus membuka akun Facebook melalui Facebook Seluler yang berwarna biru.

Langkah ke dua : Kalian klik bagian profil yang tertera di pojok kanan atas.

Langkah ke tiga : Klik Pengaturan dan Privasi
Langkah ke empat : Klik Pengaturan
Langkah ke lima : klik Pengaturan Halaman
Langkah ke enam : Klik Nama
Langkah ke tujuh : Ketikan Nama Baru sesuai keinginan kalian. Perlu diingat bahwa tidak boleh menggunakan angka, titik, koma, dan sebagainya.

Catatan penting (1) : Jika kalian tidak bisa mengetikkan nama, alias kembali ke awal lagi. Maka, harus tahap ini harus dalam "Mode gratis" atau "Hanya teks"

Langkah ke delapan : Masukkan kata sandi yang dipakai oleh akun Facebook yang digunakan untuk mengakses atau membuat halaman tersebut.

Langkah terakhir : Klik Simpan Perubahan

Catatan penting (2):

1. Di situ tertera bahwa Facebook akan memakan waktu 3 hari atau lebih. Maka, bersabarlah dalam menunggu. Apalagi buat kalian yang memang sedang dalam masa LDR. Hehe

2. Jika dalam waktu satu Minggu belum ada perubahan. Maka, ulangi lagi dalam tujuh hari setelah masa pengubahan. Aku juga begitu, sampai tiga kali mencoba dan akhirnya berhasil.


Selamat mencoba!




Comments

Popular posts from this blog

CERPEN : LELAKI DI PENGUNJUNG WAKTU

Judul : Lelaki di Penghujung Waktu Di penghujung waktu; di antara detik yang berdentang syahdu, akan aku kisahkan sebuah jalan cerita ... di mana hatiku merindu. Ini tentang jarak yang menyekat temu, tak biarkan sepasang kekasih menemui titik jumpa dalam waktu dekat. Pada akhirnya, aku dan dia mulai abai akan cinta yang sebenarnya semakin tumbuh, tak kunjung pudar maupun rapuh. Bersama hari yang bergulir untuk purnama demi bulan-bulan yang bertahun, cerita ini terbangun. Sesering apa pun bibir berucap satu nama. Sekuat apa pun hati mendekap satu cinta. Seerat apa pun tangan menggenggam satu asmara, pada akhirnya semua bisa saja lepas saat Sang Maha Cinta menetapkan takdir akan sebuah kisah; berpisah atau bertahan. Apa yang diharapkan seseorang dari talian asmara? Tentu kebahagiaan tiada cela, tanpa luka berderai air mata, pun kecewa, apalagi kecup mesra bibir nestapa. Saat waktu menciptakan jarak, kala itulah jarak mempermainkan kesetiaan ... tentang tetap menunggu atau men...

Cerpen Islami Bikin Baper : Sehidup Sesurga

Judul : Sehidup Sesurga ___ "Dret ... treeng ... treeng... " Bunyi alarm tepat pukul setengah dua. Seketika aku terbangun, tanganku menggerayang mematikan bunyi alarm dengan mata yang masih merem melek. Sesaat sadarku, aku meminum segelas air putih yang sudah aku persiapkan diatas meja. Aku tersenyum, melihat anggunnya wajah istriku yang masih terlelap dalam sebuah mimpi. Aku terbiasa mencium keningnya terlebih dahulu sebelum hendak membangunkannya, agar harmonis keluarga dapat terjaga, sampai akhir tutup usia. "Dek ... adek ..." ucapku pelan "Hmmm," sahut adek yang masih merem "Adek ... bangun dek, udah jam setengah dua lho." "Apasi abaaang," jawabnya sembari membenahi bantalnya saja. "Dek, katanya mau tahajjud bareng, huft. Janji lho mau ke syurga sama-sama." Aku kembali membujuknya yang masih enggan beranjak juga. "Iya bentar eh, bentar doang. Huaaah," lanjut adek, alih-alih menguap "Yaudah abang ...

Terima Kasih Luka

Ini aku, seseorang yang dulu pernah kau abaikan. Ini aku, seseorang yang pernah meringik tangis, mengemis belas kasihan, yang setianya diduakan, dan dilupakan karena tergantikan.  Harus kuakui, kau lihai mempermainkan rasa, tak pernah aku mengira, orang sebaik dirimu adalah sumber dari luka terlama. Apa kabar masa lalu? Kuharap kau baik-baik saja tanpa seuntai kata semangat dariku. Lucu yak. Aku yang yang menjaga hati untukmu, kamu seakan menyembunyikan adanya diriku untuknya; seseorang yang lebih dariku.  Ingatkah tentang kita, dua anak desa yang bermanja dan sederhana menjalin cinta. Tak perlu dunia tahu, karena hadirmu sudah cukup untuk menjadi alasanku bahagia. Ingatkah tentang kita, dua orang yang pernah berbagi cerita, berbagi suka dan duka, berbagi tangis dan tawa. Namun, sekarang semua hanya mejadi sepenggal momori yang masih kuabadikan dalam catatan diary. Setelah kepergianmu, aku cukup mengerti arti sakitnya mencintai dengan kesungguhan hati.  Kamu t...