Judul : Sehidup Sesurga ___ "Dret ... treeng ... treeng... " Bunyi alarm tepat pukul setengah dua. Seketika aku terbangun, tanganku menggerayang mematikan bunyi alarm dengan mata yang masih merem melek. Sesaat sadarku, aku meminum segelas air putih yang sudah aku persiapkan diatas meja. Aku tersenyum, melihat anggunnya wajah istriku yang masih terlelap dalam sebuah mimpi. Aku terbiasa mencium keningnya terlebih dahulu sebelum hendak membangunkannya, agar harmonis keluarga dapat terjaga, sampai akhir tutup usia. "Dek ... adek ..." ucapku pelan "Hmmm," sahut adek yang masih merem "Adek ... bangun dek, udah jam setengah dua lho." "Apasi abaaang," jawabnya sembari membenahi bantalnya saja. "Dek, katanya mau tahajjud bareng, huft. Janji lho mau ke syurga sama-sama." Aku kembali membujuknya yang masih enggan beranjak juga. "Iya bentar eh, bentar doang. Huaaah," lanjut adek, alih-alih menguap "Yaudah abang ...
Berisi Sajak (Cerpen, puisi, kata-kata motivasi)